FATHIMAH RA bergegas menggandeng Hasan RA yang
masih kecil. Terngiang di telinganya pesan sang ayahanda, Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk menemui seorang muslimah berakhlak mulia
dan meneladaninya. Tak sabar rasanya Fathimah untuk segera mengetahui, seperti
apa gerangan teladan wanita bernama Siti Muthi’ah tersebut.
Sesampainya
di depan pintu rumah yang dimaksud, Fathimah pun mengucap salam. Tak lama
kemudian si pemilik rumah datang membuka pintu. Hatinya sangat heran
bercampur senang karena tak menyangka yang bertandang adalah putri Rasulullah
SAW. Namun, sungguh di luar dugaan Fathimah, setelah mengutarakan maksud
kedatangannya, Muthi’ah malah berkata, “Sungguh bahagia aku menyambut
kedatanganmu Fathimah. Namun, maafkanlah aku karena aku hanya dapat menerima
kedatanganmu di rumahku. Sesungguhnya suamiku mengamanatkan padaku untuk tidak
menerima tamu lelaki di rumahku.”