Jumat, 20 April 2012

VALENTINE :


VALENTINE :

Anakku jangan marah dan kesal karena bunda melarangmu berVALENTINE, karena itu budaya kafir.
Anakku, jangan marah jika bunda tidak membelikanmu TEROMPET karena itu ala YAHUDI
Jangan sedih jika bunda tidak membelikanmu lonceng-loncengan karena itu ala orang NASHRANI.
Jangan pula engkau murung karena bunda tidak belikan kembang api karena itu menyerupai MAJUSI
dan janganlah kecewa jika bunda tidak membawamu di keramaian tahun baru, karena itu hari-hari besar dan BERTASYABUH terhadap musuh-musuh Allah!!

Sunah Rosulullah

Bismillah..

"Janganlah kamu menjadi orang yg ikut-ikutan dengan mengatakan, 'Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat baik, dan kalau mereka berbuat zalim, kami pun akan berbuat zalim.' Akan tetapi, teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, 'Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami berbuat kebaikan pula, dan kalau orang lain berbuat kejahatan, Maka kami tidak melakukannya." (HR. At-Tirmidzi)
Tujuh kalimat yang harus dbiasakan oleh seorang hamba Allah.

1. بِــــــــــسْمِ الَّلهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـم
Bismillahirrohmanirrohiim..
Setiap hendak melakukan sesuatu.

2. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْـعَالَمِيْـن
Alhamdulillahirobbil'alamiin..

Siapakah Suamimu di Surga?

Oleh: Ust. Abu Muawiah.
Saudariku muslimah, tahukah kamu siapa suamimu di surga kelak?(1)  Artikel di bawah ini akan menjawab pertanyaan anti. Ini bukan ramalan dan bukan pula tebakan, tapi kepastian (atau minimal suatu prediksi yang insya Allah sangat akurat), yang bersumber dari wahyu dan komentar para ulama terhadapnya. Berikut uraiannya:
Perlu diketahui bahwa keadaan wanita di dunia, tidak lepas dari enam keadaan:
1.    Dia meninggal sebelum menikah.

Surat An-Nisa’, Satu Bukti Islam Memuliakan Wanita

Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Berbekal pengetahuan tentang Islam yang tipis, tak sedikit kalangan yang dengan lancangnya menghakimi agama ini, untuk kemudian menelorkan kesimpulan-kesimpulan tak berdasar yang menyudutkan Islam. Salah satunya, Islam dianggap merendahkan wanita atau dalam ungkapan sekarang ‘bias jender’. Benarkah?
Sudah kita maklumi keberadaan wanita dalam Islam demikian dimuliakan, terlalu banyak bukti yang menunjukkan kenyataan ini. Sampai-sampai ada satu surah dalam Al-Qur`anul Karim dinamakan surah An-Nisa`, artinya wanita-wanita, karena hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita lebih banyak disebutkan dalam surah ini daripada dalam surah yang lain. (Mahasinut Ta`wil, 3/6)

Orang yang Dilindungi Allah

Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: "Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: "Sungguh aku takut kepada Allah", seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata". (H.R.Bukhary - Muslim)
Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ad

Pesona Muthi'ah: Sosok Teladan Muslimah Sejati Versi Rasulullah SAW


FATHIMAH RA bergegas menggandeng Hasan RA yang masih kecil.  Terngiang di telinganya pesan sang ayahanda, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, untuk menemui seorang muslimah berakhlak mulia dan meneladaninya. Tak sabar rasanya Fathimah untuk segera mengetahui, seperti apa gerangan teladan wanita bernama Siti Muthi’ah tersebut.
Sesampainya di depan pintu rumah yang dimaksud, Fathimah pun mengucap salam. Tak lama kemudian si pemilik rumah datang membuka pintu.  Hatinya sangat heran bercampur senang karena tak menyangka yang bertandang adalah putri Rasulullah SAW. Namun, sungguh di luar dugaan Fathimah, setelah mengutarakan maksud kedatangannya, Muthi’ah malah berkata, “Sungguh bahagia aku menyambut kedatanganmu Fathimah. Namun, maafkanlah aku karena aku hanya dapat menerima kedatanganmu di rumahku. Sesungguhnya suamiku mengamanatkan padaku untuk tidak menerima tamu lelaki di rumahku.”