Senin, 15 Oktober 2012
10 nasehat Ali bin Abi Thalib
1. Dosa terbesar adalah “Ketakutan”.
2. Rekreasi terbaik adalah “Bekerja”.
3. Musibah terbesar adalah “Keputusasaan”.
4. Keberanian terbesar adalah “Kesabaran”.
5. Guru terbaik adalah “Pengalaman”.
6. Misteri terbesar adalah “Kematian”.
7. Kehormatan terbesar adalah “Kesetiaan”.
8. Karunia terbesar adalah “Anak yang sholeh”.
9. Sumbangan terbesar adalah “Partisipasi”.
10. Modal terbesar adalah “Kemandirian”.
3. Musibah terbesar adalah “Keputusasaan”.
4. Keberanian terbesar adalah “Kesabaran”.
5. Guru terbaik adalah “Pengalaman”.
6. Misteri terbesar adalah “Kematian”.
7. Kehormatan terbesar adalah “Kesetiaan”.
8. Karunia terbesar adalah “Anak yang sholeh”.
9. Sumbangan terbesar adalah “Partisipasi”.
10. Modal terbesar adalah “Kemandirian”.
Aku berdoa agar diberikan kekuatan…
Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.
Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan…
Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.
Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…
Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.
Aku berdoa agar diberikan keberanian…
Namun, Allah memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya
Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…
Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.
Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…
Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.
Aku berdoa agar diberikan keberanian…
Namun, Allah memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya
Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…
Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.
"Hati Lelaki Seperti Brankas
"Hati Lelaki Seperti Brankas
Hati lelaki seperti brankas, tempat menyimpan segala masalah. Lelaki
lebih memilih bermain dengan pikirannya. Diam adalah cara dia untuk
meraba jalan keluar. Masalah yang datang menerjang adalah makanan sehari
hari yang kudu ditaklukkan. Diendapkan dalam sikap dewasa dan diuraikan
dengan kemampuan nalarnya. Air mata lelaki mahal. Tidak mudah menetes
manakala bingung mengepung. Tidak mudah menetes manakala panik mencekik.
Tapi mungkin justru akan menetes pelan saat menghamba dalam kerinduan.
Menyepi dalam kepasrahan. Bertobat akan jutaan kesalahan yang pernah
dilakukan.
"Hati Lelaki Seperti Brankas
Hati lelaki seperti brankas, tempat menyimpan segala masalah. Lelaki lebih memilih bermain dengan pikirannya. Diam adalah cara dia untuk meraba jalan keluar. Masalah yang datang menerjang adalah makanan sehari hari yang kudu ditaklukkan. Diendapkan dalam sikap dewasa dan diuraikan dengan kemampuan nalarnya. Air mata lelaki mahal. Tidak mudah menetes manakala bingung mengepung. Tidak mudah menetes manakala panik mencekik. Tapi mungkin justru akan menetes pelan saat menghamba dalam kerinduan. Menyepi dalam kepasrahan. Bertobat akan jutaan kesalahan yang pernah dilakukan.
Hati lelaki seperti brankas, tempat menyimpan segala masalah. Lelaki lebih memilih bermain dengan pikirannya. Diam adalah cara dia untuk meraba jalan keluar. Masalah yang datang menerjang adalah makanan sehari hari yang kudu ditaklukkan. Diendapkan dalam sikap dewasa dan diuraikan dengan kemampuan nalarnya. Air mata lelaki mahal. Tidak mudah menetes manakala bingung mengepung. Tidak mudah menetes manakala panik mencekik. Tapi mungkin justru akan menetes pelan saat menghamba dalam kerinduan. Menyepi dalam kepasrahan. Bertobat akan jutaan kesalahan yang pernah dilakukan.
JANGAN BUTAKAN CINTAMU ANAKKU
Jumat, 12 Oktober 2012
... PENYESALAN SEUMUR HIDUP, .. KISAH TENTANG AYAH TIRI ...
... PENYESALAN SEUMUR HIDUP, .. KISAH TENTANG AYAH TIRI ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Sepenggalan kisah ayah tiri yang
inspirasi dan motivasi hidup ini di copy dari Grup Chinese Indonesia di
Facebook.
Postingan ini sangat layak untuk kita baca dan resapi
arti dari setiap alur ceritanya. Terlebih kita para mahasiswa yang
sudah terlalu banyak menghabiskan uang orang tua demi menikmati
pendidikan di bangku perkuliahan.
{Agar semakin menyentuh,, sebaiknya kita membacanya sambil memutar lagu Ebiet G. Ade yang berjudul "Titip Rindu Buat Ayah"}
Langganan:
Postingan (Atom)